Mengenal Pengelompokan Desil DTSEN: Apa Arti Desil 1 sampai 10 dan Mengapa Penting bagi Warga?

Mengenal Pengelompokan Desil DTSEN: Apa Arti Desil 1 sampai 10 dan Mengapa Penting bagi Warga?
Artikel

Mengenal Pengelompokan Desil DTSEN: Apa Arti Desil 1 sampai 10 dan Mengapa Penting bagi Warga?

Novriyaldi Adi
14 Agustus 2026

Istilah desil semakin sering digunakan dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat, khususnya setelah pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data terpadu. Lalu, apa sebenarnya arti Desil 1 sampai Desil 10? Bagaimana posisi desil ditentukan dan apakah desil otomatis menentukan seseorang menerima bantuan sosial?


Artikel ini membahas pengelompokan desil secara sederhana agar warga dapat memahami posisi data sosial ekonominya dan pentingnya memastikan data kependudukan serta kondisi keluarga tercatat secara akurat.

Apa Itu Desil?

Secara sederhana, desil adalah pengelompokan masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi.

Dalam DTSEN, terdapat 10 desil. Setiap desil mewakili sekitar 10% keluarga dalam distribusi kesejahteraan masyarakat. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dengan demikian, angka desil bukanlah nominal pendapatan tertentu. Desil menunjukkan posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan indikator sosial ekonomi.

Bagaimana Pengelompokan Desil Ditentukan?

Pengelompokan dalam DTSEN tidak hanya melihat penghasilan keluarga. Data sosial ekonomi yang digunakan mencakup berbagai karakteristik, antara lain:

  • kondisi pekerjaan;
  • pendidikan anggota keluarga;
  • kondisi dan karakteristik tempat tinggal;
  • daya listrik;
  • kepemilikan aset;
  • karakteristik anggota keluarga; dan
  • indikator sosial ekonomi lainnya.

Karena menggunakan berbagai variabel, seseorang tidak dapat menentukan sendiri desilnya hanya berdasarkan jumlah penghasilan bulanan. BPS menjelaskan bahwa desil merupakan posisi relatif dalam distribusi kesejahteraan, bukan batas nominal pendapatan yang berlaku sama untuk seluruh masyarakat.

Mengenal Desil 1 sampai Desil 10

DesilGambaran UmumProporsi
Desil 1Kelompok 10% dengan tingkat kesejahteraan paling rendah10% terbawah
Desil 2Kelompok kesejahteraan rendah10%
Desil 3Kelompok kesejahteraan rendah10%
Desil 4Kelompok kesejahteraan relatif rendah10%
Desil 5Kelompok kesejahteraan menengah10%
Desil 6Kelompok kesejahteraan menengah10%
Desil 7Kelompok kesejahteraan relatif lebih tinggi10%
Desil 8Kelompok kesejahteraan tinggi10%
Desil 9Kelompok kesejahteraan tinggi10%
Desil 10Kelompok 10% dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi10% teratas

Catatan: pengelompokan di atas merupakan gambaran posisi relatif. Desil tidak boleh disamakan dengan label “miskin” atau “kaya” secara mutlak.

Apakah Desil Menentukan Penerima Bantuan Sosial?

Desil menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan sasaran program pemerintah, tetapi tidak berarti setiap orang dalam suatu desil otomatis menerima bantuan.

Menurut informasi resmi Cek Bansos Kemensos, Desil 1 sampai Desil 4 atau sekitar 40% keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah dapat diusulkan sebagai sasaran program seperti PKH dan Program Sembako. Desil 5 dapat diusulkan untuk kepesertaan PBI-JK. Pelaksanaan masing-masing program tetap mengikuti ketentuan dan verifikasi yang berlaku.

Pada 2026, BPS juga terus melakukan pemutakhiran dan verifikasi DTSEN. Dalam pelaksanaannya, data warga dapat dicocokkan dengan kondisi nyata di lapangan untuk meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah.

Desil Bisa Berubah

Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa desil bukan status permanen.

Kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga dapat berubah. Perubahan pekerjaan, pendapatan, kondisi rumah, kepemilikan aset, jumlah anggota keluarga, maupun faktor sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi posisi kesejahteraan.

Karena itu, data DTSEN juga perlu diperbarui agar menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Informasi resmi Cek Bansos Kemensos menyebutkan bahwa desil bersifat dinamis dan dapat diperbarui melalui mekanisme yang tersedia apabila data tidak sesuai dengan kondisi nyata. Setelah proses pembaruan, perhitungan desil dapat dilakukan kembali secara berkala oleh BPS.

Kenapa Warga Perlu Memastikan Data Sudah Benar?

Ketepatan data sosial ekonomi menjadi semakin penting karena DTSEN digunakan sebagai salah satu fondasi dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Bappenas menjelaskan bahwa DTSEN dibangun untuk mengintegrasikan data sosial ekonomi sehingga kebijakan pemerintah dapat dibuat berdasarkan data yang lebih akurat, mutakhir, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Bagi masyarakat di tingkat lingkungan, hal ini berarti setiap keluarga sebaiknya memastikan informasi dasar seperti data kependudukan, anggota keluarga, pekerjaan, kondisi tempat tinggal, dan kondisi sosial ekonomi selalu sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Desil Bukan Label Status Sosial Warga

Perlu ditekankan bahwa desil merupakan instrumen statistik dan administrasi untuk pemetaan kesejahteraan, bukan label untuk menilai seseorang.

Seorang warga yang berada pada Desil 1–4 tidak seharusnya dipandang sebagai “warga miskin” secara sosial, sementara warga pada Desil 8–10 juga tidak otomatis berarti memiliki kondisi ekonomi yang sangat mapan. Desil merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan data dan metode yang digunakan dalam sistem DTSEN.

Oleh karena itu, informasi mengenai desil sebaiknya digunakan untuk kepentingan pendataan dan pelayanan masyarakat secara bijak serta tetap menjaga privasi setiap keluarga.

Kesimpulan

Desil adalah sistem pembagian masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Desil 1 berada pada kelompok kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 berada pada kelompok paling tinggi.

Dalam sistem DTSEN yang digunakan pemerintah, desil membantu meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program sosial. Namun, desil bukan satu-satunya penentu seseorang menerima bantuan dan bukan pula label permanen terhadap kondisi ekonomi sebuah keluarga.

Karena posisi desil dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi dan pemutakhiran data, masyarakat perlu memastikan data yang dimiliki pemerintah benar dan sesuai kondisi terkini.

Sumber Referensi Resmi

Catatan untuk warga: Jika informasi desil yang diterima tidak sesuai dengan kondisi keluarga saat ini, jangan langsung menyimpulkan bahwa data tersebut salah atau benar. Gunakan mekanisme pemutakhiran data yang tersedia melalui desa/kelurahan, Dinas Sosial, atau kanal resmi Cek Bansos sesuai ketentuan yang berlaku.

Kata Kunci

desil DTSENpengelompokan desildesil 1 sampai 10desil bansosDTSEN 2026Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasionalcara cek desildesil 1 2 3 4bantuan sosialCek Bansos